MACCARITAMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur mengajak masyarakat menerapkan tujuh langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, mengatakan penerapan pola hidup sehat perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“GERMAS bukan hanya tentang mengobati ketika sudah sakit, tetapi bagaimana kita membiasakan diri untuk hidup sehat dan mencegah penyakit sejak dini. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan,” ujar dr. Helmy, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, tujuh langkah GERMAS meliputi melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban.
Menurut dr. Helmy, aktivitas fisik menjadi salah satu kebiasaan penting yang perlu dilakukan masyarakat. Pola kehidupan modern yang banyak mengandalkan teknologi dan aktivitas yang minim gerak dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk meluangkan waktu melakukan aktivitas fisik maupun olahraga secara rutin sesuai kemampuan masing-masing.
Selain aktivitas fisik, pola makan juga menjadi bagian penting dalam penerapan GERMAS. Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta mengurangi makanan dan minuman yang kurang sehat.
“Biasakan mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. Kurangi makanan cepat saji, makanan tinggi gula, garam dan lemak. Pola makan yang sehat merupakan salah satu investasi untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang,” katanya.
Dr. Helmy juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari rokok dan minuman beralkohol karena keduanya dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan maupun lingkungan sosial di sekitarnya.
Langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya memeriksakan diri ketika sudah mengalami keluhan atau sakit.
Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi risiko penyakit lebih awal, antara lain dengan memantau berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol serta kondisi mata dan telinga.
“Deteksi dini sangat penting. Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum masalah kesehatan menjadi lebih serius,” jelasnya.
Selain menjaga kesehatan diri, dr. Helmy menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan rumah maupun tempat tinggal perlu menjadi kebiasaan bersama untuk mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit.
Penggunaan jamban yang layak juga menjadi bagian penting dalam penerapan GERMAS. Menurutnya, perilaku buang air besar tidak pada tempatnya dapat meningkatkan risiko penularan penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.
Dr. Helmy berharap penerapan tujuh langkah GERMAS dapat menjadi kebiasaan masyarakat Luwu Timur, bukan sekadar dilakukan pada momentum tertentu.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat bisa hidup lebih sehat, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Pencegahan tentu lebih baik daripada mengobati. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)





