MACCARITAMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur memastikan kesiapan desa dan lokasi yang menjadi sasaran verifikasi dalam ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards 2026.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, menyampaikan kesiapan tersebut menjadi perhatian dalam menghadapi tahapan verifikasi STBM Awards yang berlangsung hingga November 2026.
Menurut Helmy, pihaknya akan memastikan desa dan lokasi yang menjadi lokus penilaian telah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
“Yang paling penting adalah memastikan kesiapan desa dan lokasi yang menjadi lokus penilaian,” ujar Helmy.
Ia mengatakan, kesiapan tersebut perlu didukung koordinasi dan sinergi seluruh pihak, khususnya pemerintah desa, kepala puskesmas, camat, serta perangkat daerah terkait.
Sebanyak 69 desa dari 11 kecamatan menjadi lokus penilaian STBM tahun ini. Karena itu, Helmy meminta seluruh pihak terkait memperhatikan kesiapan masing-masing lokus dan segera menindaklanjuti apabila masih ditemukan kekurangan.
“Kita ingin seluruh desa dan lokasi yang menjadi sasaran verifikasi benar-benar siap, sehingga proses penilaian dapat berjalan optimal,” katanya.
Helmy menambahkan, Kabupaten Luwu Timur menargetkan dapat mempertahankan prestasi yang pernah diraih pada STBM Awards tingkat nasional tahun 2021.
“Target kita tentu mempertahankan prestasi yang sudah pernah diraih sebelumnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, membuka Rapat Persiapan Verifikasi STBM Awards di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (04/08/2026).
Rapat tersebut digelar untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi, mengidentifikasi kesiapan dokumen dan lokasi verifikasi, serta menetapkan pembagian tugas masing-masing perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Form Self Assessment Kabupaten STBM Awards Madya oleh Bupati Luwu Timur yang disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Helmy Kahar. (*)





