LUWU TIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, secara resmi membuka ajang bergengsi Lomba Perahu Dayung yang digelar di Tanggul Wewangriu, Sungai Malili, Kamis (15/05/2025).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga sarat akan nilai sejarah, budaya, dan semangat perjuangan para leluhur.
Dalam sambutannya, Wabup Puspawati menekankan bahwa lomba perahu dayung bukan sekadar kegiatan perlombaan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali jejak sejarah dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Luwu Timur.
“Lomba perahu dayung ini, tidak sekadar menyelenggarakan lomba. Kita sedang menghidupkan kembali jejak sejarah, nilai budaya, dan jiwa perjuangan dari para leluhur kita,” ujar Wabup Puspawati.
Beliau menambahkan bahwa perahu dayung di masa lampau bukan hanya alat transportasi, tetapi menjadi simbol perjuangan dan lambang kerjasama. “Ini menandakan para leluhur kita punya tekad dan semangat yang kuat meski harus melawan arus,” lanjutnya.
Lebih jauh, Puspawati menyebutkan bahwa kegiatan ini mencerminkan potensi bahari dan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur. Ia berharap lomba ini dapat menjadi momentum untuk mempromosikan sektor pariwisata daerah, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat sekaligus mempromosikan sektor pariwisata daerah, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” pungkasnya.
Lomba Perahu Dayung di Sungai Malili ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kecamatan di Luwu Timur, dan menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinanti oleh masyarakat setempat.





