Bupati Luwu Timur Siap Hidupkan Kembali Gerakan “Pejuang Subuh” untuk Pelajar

LUWU TIMUR – Semangat membentuk generasi muda yang religius dan berkarakter kembali digaungkan Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam.

Dalam acara Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah di Masjid Babul Khaer, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Jumat (4/7/2025), Bupati Irwan mengumumkan rencana menghidupkan kembali gerakan “Pejuang Subuh”.

Gerakan ini sebelumnya pernah ia inisiasi saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati, dan kini akan diaktifkan kembali dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan menyasar pelajar di tingkat SD dan SMP.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan kembali menggalakkan Pejuang Subuh. Waktu saya masih Wakil Bupati, gerakan ini pernah kita jalankan untuk anak-anak SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan kita. Sementara SMA itu ranahnya Gubernur, tapi saya yakin akan disuport,” ujar Irwan di hadapan ribuan jamaah.

Tak hanya sekadar imbauan, Irwan bahkan berencana menjadikan keterlibatan dalam gerakan “Pejuang Subuh” sebagai salah satu syarat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Saya akan terapkan Pejuang Subuh sebagai bagian dari syarat ekstrakurikuler. Nanti akan saya bahas dengan dinas terkait, supaya anak-anak kita bisa mendapatkan nilai jika mereka masuk dalam daftar Pejuang Subuh,” jelasnya.

Menurut Irwan, jika gerakan ini diterapkan secara konsisten dan maksimal, maka akan tumbuh kesadaran spiritual sejak dini di kalangan pelajar.

“Kalau kita maksimalkan, maka akan tertanamkan dalam hati anak-anak kita bahwa shalat Subuh di masjid itu sudah menjadi hal yang mutlak bagi mereka,” ucapnya penuh harap.

Namun, Irwan juga menambahkan bahwa program ini masih menunggu waktu peluncuran yang tepat. Pemerintah saat ini tengah membenahi internal dan mempersiapkan berbagai program berkelanjutan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Kita sementara benahi internal dan program-program kami untuk keberlangsungan pemerintahan ke depan. InsyaAllah, Pejuang Subuh akan jadi salah satu fokus utama,” pungkasnya.

Kehadiran gerakan ini diharapkan tidak hanya membentuk kebiasaan ibadah di kalangan pelajar, tetapi juga memperkuat fondasi akhlak dan kedisiplinan yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *