LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi petani dari praktik yang merugikan, terutama terkait harga gabah dan ketersediaan pupuk.
Pernyataan tegas ini disampaikannya saat menghadiri acara panen raya padi di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, Ahad (04/05/2025).
Irwan mengingatkan seluruh pihak, khususnya para pembeli gabah, agar mematuhi harga minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
“Semua kepala daerah sudah disampaikan bahwa tidak ada pembelian gabah di bawah Rp6.500. Jika ada yang melanggar, segera dilaporkan dan diberikan proses hukum. Jadi jangan ada yang coba-coba membeli di bawah Rp6.500,” tegas Irwan.
Selain itu, ia juga menyoroti masalah pupuk yang kerap dikeluhkan petani. Menurutnya, ketersediaan pupuk menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Tidak boleh ada lagi keluhan soal pupuk. Jika ada kendala, segera laporkan kepada saya atau Kapolres karena ini menjadi konsen kita. Tidak boleh ada pupuk yang langka,” ujarnya.
Irwan menambahkan, apabila sektor pertanian bisa dimaksimalkan, maka masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Ia juga menyinggung arah pembangunan industri di Luwu Timur yang berfokus pada komoditas unggulan daerah.
“Saya sudah katakan bahwa komoditi kita ini tidak akan banyak. Tahun ini kita sambut industri yang sudah mulai berjalan, ada jagung, telur, ayam, beras, itu yang akan kita maksimalkan. Dengan begitu, kebutuhan industri dan program makanan gratis kita tidak perlu lagi impor dari luar,” jelas Irwan.
Pernyataan ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.





