MACCARITAMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur mengedukasi masyarakat untuk mengenali Human Papillomavirus (HPV), yakni virus yang dapat menyerang permukaan kulit dan selaput lendir serta berpotensi menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk kanker serviks, Kamis (3/9/2026).
Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada sebagian kasus, infeksi dapat ditandai dengan munculnya kutil di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, kaki, wajah, mulut, hingga area kelamin.
HPV hidup pada sel permukaan kulit dan dapat masuk melalui luka pada kulit. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Sebagian besar jenis HPV menyebabkan kutil pada kulit, sementara jenis lainnya dapat menular melalui aktivitas seksual.
Ibu hamil yang terinfeksi HPV juga berpotensi menularkan virus tersebut kepada bayinya saat proses persalinan.
Dinas Kesehatan Luwu Timur mengingatkan terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi HPV. Di antaranya sering berganti pasangan seksual, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, memiliki luka terbuka pada kulit, menderita penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia, serta melakukan hubungan seksual secara anal.
Dari sisi gejala, infeksi HPV dapat berbeda-beda. Kutil yang muncul di bahu, lengan, atau jari tangan umumnya berbentuk benjolan dengan permukaan kasar. Kutil tersebut terkadang dapat terasa sakit dan rentan mengalami perdarahan.
Sementara itu, kutil yang tumbuh di telapak kaki atau plantar warts biasanya berbentuk benjolan keras dengan permukaan kasar yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ketika digunakan untuk menapak.
Pada area wajah, kutil dapat memiliki permukaan yang lebih datar atau dikenal sebagai flat warts. Pada anak-anak, kutil di wajah lebih sering muncul di sekitar rahang bawah.
Adapun kutil kelamin memiliki bentuk menyerupai kembang kol dan dapat tumbuh pada area kelamin laki-laki maupun perempuan. Kutil juga dapat muncul di sekitar anus dan menimbulkan rasa gatal.
Dinas Kesehatan Luwu Timur mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap infeksi HPV dan tidak mengabaikan perubahan atau kelainan yang muncul pada kulit maupun area kelamin. Pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan apabila ditemukan gejala atau kondisi yang mengarah pada infeksi HPV.
Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, terutama dalam mencegah penyakit yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HPV. (*)





