Dinkes Lutim Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Rabies, Jangan Sepelekan Gigitan Hewan

MACCARITAMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele luka akibat gigitan, cakaran, maupun jilatan hewan yang berpotensi menularkan rabies, Selasa (8/9/2026).

Gigitan atau cakaran anjing, kucing, kera, maupun hewan lainnya terkadang terlihat seperti luka kecil yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila hewan tersebut berisiko menularkan rabies, masyarakat diminta untuk segera melakukan penanganan dan tidak menunggu hingga muncul gejala.

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Penularannya terutama terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, antara lain melalui gigitan, cakaran yang terkontaminasi air liur, maupun air liur yang mengenai luka terbuka atau selaput lendir.

Dinas Kesehatan Luwu Timur mengingatkan bahwa setelah gejala klinis muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Meski demikian, kematian akibat rabies dapat dicegah melalui penanganan pascapajanan yang dilakukan sesegera mungkin.

Jika mengalami gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka, masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun juga tidak menganggapnya sepele.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci dan membilas luka menggunakan sabun atau deterjen dengan air mengalir selama minimal 15 menit. Pencucian luka sesegera mungkin menjadi langkah penting untuk membantu menghilangkan virus rabies dari area pajanan.

Setelah luka dicuci, masyarakat dapat memberikan antiseptik yang sesuai, seperti povidone iodine. Kementerian Kesehatan juga mencantumkan antiseptik seperti povidone iodine dan alkohol 70 persen dalam penanganan luka akibat gigitan hewan penular rabies.

Selanjutnya, masyarakat diminta segera mendatangi Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan penilaian terhadap pajanan dan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan kategori pajanan dan hasil penilaian tenaga kesehatan, seseorang dapat memerlukan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, pada pajanan tertentu, Serum atau Imunoglobulin Anti Rabies.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengoleskan bahan-bahan yang dapat mengiritasi atau mencemari luka, seperti cabai, getah tanaman, asam, maupun bahan iritan lainnya.

Kecepatan dalam mendapatkan penanganan sangat penting karena besar kecilnya luka bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko. Yang terpenting adalah segera melakukan pertolongan pertama dan mendapatkan penilaian medis setelah terjadi pajanan.

Karena itu, masyarakat yang mengalami gigitan atau cakaran dari hewan yang berpotensi rabies diimbau untuk segera mendapatkan penanganan pascapajanan atau Post-Exposure Prophylaxis (PEP).

Dinas Kesehatan Luwu Timur mengajak masyarakat mengingat tiga langkah penting dalam menghadapi pajanan rabies, yakni cuci luka selama 15 menit, berikan antiseptik, dan segera ke fasilitas kesehatan.

Rabies dapat dicegah. Jangan terlambat bertindak. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *